Tujuan akhir pendirian sebuah organisasi nirlaba bukanlah profit, karenanya proses perencanaannya punya karakteristik khusus. Dalam proses perencanaan strategis, organisasi nirlaba sering terjebak untuk buru-buru meloncat ke area pengaturan relasi input-output dan penjadwalan kegiatan semata. Padahal, untuk memenangi suatu tujuan, jelas dibutuhkan kelihaian penyusunan strategi. Metode yang paling sering digunakan selama ini adalah LFA (Logical Framework Analysis). Organisasi kadang abai untuk memeriksa kembali penetapan sasaran, pemilihan pendekatan, jenis dan alat intervensi, serta fungsi dan struktur organisasi. Organisasi nirlaba memiliki banyak metode guna melakukan perencanaan strategis dalam jangka 3–5 tahun. Mengukur capaian program dan organisasi secara periodik, membuat organisasi memiliki daya refleksi atas apa yang sudah berhasil dicapai selama periode-periode tersebut. Dalam proses pemantauan, evaluasi dan pelaporan; penetapan dan penyepakatan indikator keberhasilan merupakan kunci.

Pelatihan Perencanaan, Pemantauan, dan Evaluasi diantaranya adalah: