• Jalan Palapa 2 No. 4, Pasar Minggu, Jakarta
  • (+62) 21 22783128

Detail


Mobilisasi Sumber Daya OMS: Menggalang Kemandirian dan Memperluasan Gerakan

Training Descriptions

LATAR BELAKANG

Masyarakat sipil yang kuat dapat dipastikan memiliki tingkat kerelawanan yang tinggi. Di Amerika, United Kingdom, Kanada dan Belanda yang secara umum telah dikenal sebagai negara yang sangat mengutamakan kerelawanan dan kerelawanan telah menjadi suatu tradisi kuat yang telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat. Di Amerika, 55% penduduk Amerika terlibat dalam dunia kerelawanan. Prosentase tersebut terdiri dari 49% pria dan 61% perempuan, sekitar 70% menjadi relawan di organisasi-organisasi nirlaba, 20% menjadi relawan di organisas kepemerintahan, dan 10% menjadi relawan untuk organisasi profit misalnya rumah sakit dan panti  asuhan.

Pemerintah Indonesia mulai memandang pentingnya peran kerelawanan dalam pembangunan bangsa. Untuk meningkatkan kerelawanan dan meningkatkan kapasitas relawan di Indonesia, pada bulan Agustus 2003 Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi bekerjasama dengan UNDP membuka Pusat Pengembangan Kerelawanan (Volunteer Development Center atau  VCD). Di samping  sebagai  pusat  informasi relawan dan kerelawanan di Indonesia, VDC juga berfungsi sebagai forum bagi relawan, organisasi kerelawanan dan stakeholder yang lain untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, skill dan keahlian.

Di Indonesia, hampir semua organisasi masyarakat sipil baik organisasi karitas, layanan dan advokasi membutuhkan relawan. Sayangnya, banyak organisasi yang hanya melibatkan relawan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat insidental saja.  Potensi kerelawanan  masih  digunakan sebatas untuk menanggulangi berbagai masalah yang diakibatkan bencana alam dan penyakit, belum disinergikan untuk mengatasi berbagai masalah sosial secara  lebih strategis dalam struktur organisasi sebagai bagian penting organisasi yang juga memiliki peranan penting untuk mencapai visi dan misi organisasi.   Akibatnya, relawan tidak dikelola secara profesional dan akhirnya organisasi akan kehilangan media kampanye yang efektif dan modal sosial (social capital) yang sangat mahal. Yang akhirnya, organisasi akan kehilangan dukungan publik dalam memperluas gerakan sosial.

Relawan merupakan salah satu sumber daya organisasi masyarakat sipil yang paling penting. Kekuatan ini sangat besar, bermakna lebih dari uang. Relawan bisa menyumbangkan uang, bisa menyumbangkan tenaga dan sebagai perluasan gerakan. Di dalamnya ada bertumpuk pengetahuan, beragam pengalaman dan aneka keterampilan. Ketika organisasi berhasil merekrut lalu menyatukan ke dalam bagian tubuh organisasi dan mengelolanya, menjadikan kekuatan yang tersembunyi menjadi kekuatan yang benar-benar bisa dijadikan ujung tombak organisasi maka kemandirian organisasi akan terbangun.

Oleh karena itu peranan relawan perlu dipandang sebagai salah satu sumber daya organisasi yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencapai visi dan misi organisasi. Karenanya relawan perlu dikelola secara profesional dimana sistem pendekatan  manajemen  kerelawanan  yang dipakai hampir sama dengan sistem manajemen staf organisasi. Dengan adanya sistem manajemen kerelawanan yang bagus maka peran dan fungsi relawan akan dapat menjadi optimal dan akhirnya dapat membantu organisasi dalam mencapai visi organisasi.

 

TUJUAN

Tujuan pelaksanaan Pelatihan Menggalang Kemandirian dan Memperluas Gerakan Dalam Kerja-kerja Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil adalah memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia dalam menggalang kemandirian dan memperluas gerakan dengan mengelola relawan sebagai sumber daya organisasi, antara lain:

  1. Peningkatan pemahaman Organisasi Masyarakat Sipil tentang peran relawan sebagai sumber daya organisasi.
  2. Peningkatan pemahaman dan keterampilan Organisasi Masyarakat Sipil dalam mengelola relawan sebagai ujung tombak kemandirian dan perluasan jaringan.
  3. Memperkuat kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia dalam mengelola dan menggerakkan relawan sebagai sumber daya dalam melakukan perluasan gerakan menuju organisasi yang efektif dalam mencapai tujuan organisasi.

 

HASIL YANG DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan dengan adanya Pelatihan Menggalang Kemandirian dan Memperluas Gerakan Dalam Kerja-kerja Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil, antara lain:

  1. Organisasi Masyakatat Sipil Indonesia memahami bahwa relawan adalah sumber daya sebagai ujung tombak dalam pencapaian kemandirian dan perluasan jaringan organisasi.
  2. Organisasi Masyakatat Sipil Indonesia mampu mengelola relawan sebagai sumber daya organisasi.
  3. Organisasi Masyakatat Sipil Indonesia mampu merancang program penggalangan sumber daya berbasis relawan yang sesuai dengan organisasi.
  4. Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia mampu mengembangkan penggalangan sumber daya berbasis relawan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi.

 

METODE

Pelatihan Pelatihan Menggalang Kemandirian dan Memperluas Gerakan Dalam Kerja-kerja Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil akan dilaksanakan selama 3 hari, diselenggarakan menggunakan model belajar orang dewasa, dimana partisipasi dan keterlibatan peserta akan menjadi landasan utama bagi metode pembelajaran bersama pada pelatihan ini.  

Materi akan disampaikan oleh trainer dan co-trainer dengan memberikan ruang tukar pengalaman antar peserta dan simulasi bagi peningkatan keterampilan teknis serta diskusi/kerja kelompok untuk menghasilkan rencana tindak lanjut yang akan dapat menjadi panduan operasional masing-masing organisasi setelah pelatihan.

Dalam proses pelatihan, selain akan difasilitasi oleh trainer dan co-trainer, juga akan dihadiri oleh narasumber yang telah mempunyai pengalaman dalam penggalangan dukungan publik.

Materi yang akan disampaikan dan menjadi bahan diskusi dalam pelaksanaan Pelatihan Menggalang Kemandirian dan Memperluas Gerakan Dalam Kerja-kerja Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil antara lain:

  1. Relawan Sebagai Sumber Daya Organisasi
  2. Siklus Pengelolaan Relawan
  3. Penggalangan Dukungan Publik/Public Fundraising
  4. Konsep Tata Laksana Pengelolaan Relawan

 

PESERTA

Peserta yang diharapkan untuk mengikuti Pelatihan Menggalang Kemandirian dan Memperluas Gerakan Dalam Kerja-kerja Mobilisasi Sumber Daya Organisasi Masyarakat Sipil adalah 2 orang dari masing-masing organisasi, antara lain:

  • Pimpinan organisasi/tataran pengambil kebijakan
  • Koordinator Relawan

Training Fee

Rp. 3.500.000
  • TypePelatihan Publik
  • StatusOpen
  • Registration Duedate30 July 2019
  • Payment Duedate30 July 2019
  • Min Quota7
  • Max Quota20

When

  • Date: 6 – 8 August 2019
  • Time: 09.00 - 17.00 WIB

Where

  • Location: DI Yogyakarta
  • Venue: Tba
  • Map:

Organizer

Trainer

  • To be affirmative

Contact Person


SIGN IN

Forgot Password

479 queries, 0.751 seconds.