• Jalan Palapa 2 No. 4, Pasar Minggu, Jakarta
  • (+62) 21 22783128

Detail


Optimalisasi Data dan Informasi Desa untuk Perencanaan Program Desa

Training Descriptions

Pendahuluan

Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) mengamanatkan pengembangan sistem informasi desa (SID) demi membuka akses informasi yang secara berjenjang dengan sistem pemerintahan di level nasional. Sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 86 ayat 4 UU Desa, SID berisi informasi yang meliputi data Desa, data Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaan, serta informasi lain yang berkaitan dengan Pembangunan Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan. UU Desa lebih lanjut mengatur bahwa SID akan dikelola oleh Pemerintah Desa, dan dapat diakses oleh masyarakat Desa beserta semua pemangku kepentingan.

SID diharapkan dapat mendorong kemajuan desa dengan mengoptimalisasikan potensi lokal. Dalam bagian ketiga bab IX UU Desa mengenai Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan, diamanatkan pengembangan sistem informasi desa (SID) demi membuka akses informasi dari dan hingga tingkat desa. Diharapkan, SID akan berperan sebagai alat olah data dan informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang menjadi salah satu rujukan dasar dan pemberi fungsi layanan di tingkat desa, serta akan berjalan baik dalam ranah offline maupun online. Dalam perkembangannya, wujud nyata dari SID kemudian diimplementasikan melalui perangkat teknologi informasi dan aplikasi perangkat lunak yang dioperasikan oleh perangkat desa. SID pun mengalami perluasan fungsi sebagai media komunikasi baru bagi Pemerintah Desa dan masyarakat. Informasi yang telah diolah, diproses, dan disimpan dari SID menjadi acuan untuk perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan maupun sebagai alat promosi desa ke dunia global.

Data dan informasi yang terhimpun di dalam sistem ini, paling tidak akan membantu desa untuk melakukan pelayanan publik, perencanaan pembangunan, dan pemetaan situasi untuk pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Di era e-government, pemanfaatan TIK sudah berlangsung secara masif, sehingga diharapkan ketiga aspek fungsi SID tersebut tidak terbatas hanya bisa dijalankan di lingkup kantor desa atau desa saja. Bahkan, dengan dukungan teknologi internet, ketiga fungsi itu bisa dilakukan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Fungsi SID online yang mewujud sebagai website desa adalah bentuk nyata dari layanan tersebut. Melalui website, desa kemudian mampu menyelenggarakan pelayanan publik, perencanaan pembangunan, dan pemetaan situasi secara terbuka dan lebih luas.

Pemanfaatan SID membuka peluang sekaligus tantangan bagi desa. Setidaknya ada dua hal utama yang dapat disoroti, yakni kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta kesiapan dan ketersediaan sarana dan prasarana di tingkat desa. Sebagai sebuah sistem yang mendorong pemerataan akses informasi dari dan untuk desa, SID harus dapat dimanfaatkan secara optimal baik untuk keperluan internal yang dapat menjawab kebutuhan dan permasalahan masyarakat desa maupun untuk keperluan membuka jejaring eksternal dalam rangka memasarkan dan mengembangkan potensi desa secara lebih luas. Efek jangka panjangnya, sumber daya manusia yang akan berperan sebagai pengelola SID tentu tidak hanya dihadapkan pada persoalan penguasaan teknologi, namun juga bertanggungjawab untuk memanfaatkan teknologi yang ada demi menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat desa. Di sinilah kompetensi SDM pengelola SID mengenai literasi media memainkan peran penting dalam menjembatani persoalan kebutuhan konsumsi dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui SID masyarakat akan digerakkan dan didorong agar mampu mengenali dan menggali potensi dirinya, untuk kemudian dapat merencanakan pembangunan desa seperti apa yang berdampak luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Tujuan Pelatihan

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar peserta mampu:

  1. Memahami fungsi SID untuk mendorong keterbukaan akses informasi, serta mewujudkan pemerintahan desa yang efektif, efisien, dan bertanggungjawab.
  2. Memetakan situasi dan kondisi desa, perencanaan pembangunan desa, dan alur pelayanan publik.
  3. Mengoperasikan SID sebagai pendukung tercapainya e-government.

 

Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan diutamakan perangkat desa dan admin (operator) SID yang membutuhkan penguatan kapasitas pemanfaatan SID untuk perencanaan program dan pembangunan desa. Jumlah peserta 5 - 15 orang.

 

Hasil yang Diharapkan

Dari pelatihan ini diharapkan peserta mampu memahami kerangka kerja dan operasionalisasi SID dalam perancangan program desa.

 

Metode Pelatihan

Pelatihan akan diselenggarakan selama 3 hari. Metodologi yang digunakan dalam menghantarkan materi pelatihan adalah paduan dari model paparan, diskusi kelompok/pleno, studi kasus tematik, presentasi klarifikasi-konklusi, dan simulasi.

Pelatihan akan dipandu oleh Fasilitator yang dalam menjalankan fungsinya akan memaksimalkan prinsip belajar orang dewasa, di mana semua orang dan pihak yang terlibat adalah teman belajar yang efektif bagi yang lain.

Training Fee

Rp. 3.500.000
  • TypePelatihan Publik
  • StatusOpen
  • Registration Duedate29 July 2019
  • Payment Duedate29 July 2019
  • Min Quota7
  • Max Quota20

When

  • Date: 5 – 7 August 2019
  • Time: 09.00 - 17.00 WIB

Where

  • Location: DI Yogyakarta
  • Venue: Tba
  • Map:

Organizer

Trainer

  • To be affirmative

Contact Person


SIGN IN

Forgot Password