• Jalan Palapa 2 No. 4, Pasar Minggu, Jakarta
  • (+62) 21 22783128

Detail


Pertanian Terpadu dan Pengembangan Biogas

Training Descriptions

Rasionale

Energi merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Masyarakat membutuhkan energi untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti mengolah bahan pangan, pencahayaan, mengopersikan alat/mesin dlsb. Semakin berkembang kehidupan masyarakat, semakin tinggi pula kebutuhan akan energi, oleh karenanya pemenuhan kebutuhan akan energi menjadi salah satu aspek yang cukup sensitif dalam  kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Secara faktual energi banyak tersedia di alam, tumbuhan dan hewan dapat tumbuh sehat karena energi matahari, di sekitar kita banyak  tersedia biomassa yang dapat menjadi sumber energi, air yang mengalir ataupun jatuh di air terjun menyimpan energi kinetik dan energi gravitasi, namun belum tentu kita dapat memanfaatkannya dengan baik, murah dan efisien.

Salah satu potensi energi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat adalah energi gas  methane (CH4) yang dihasilkan dari proses penguraian biomassa (bahan organik). Energi gas methane atau yang lebih dikenal dengan  biogas ini dapat dihasilkan  melalui proses yang sederhana dan murah serta dapat  dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Semua biomassa (semua bagian hewan dan tumbuhan yang telah mati) mempunyai potensi untuk menghasilkan biogas karena akan mengaami proses peluruhan atau penguraian yang menimbulkan gas methane, namun pada umumnya saat ini instalasi biogas menggunakan kotoran ternak (terutama sapi) sebagai bahan baku utama. Proses menghasilkan biogas ini meliputi pengelolaan limbah ternak dengan menampungnya dalam sebuah unit penampungan yang disebut sebagai digester . Selain menghasilkan energi, produksi biogas juga akan mengasilkan limbah (padat dan cair) yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung budidaya pertanian.

Pengembangan energi biogas akan lebih bermanfaat jika terintegrasi dengan pengembangan pertanian. Produksi biogas akan menghasilkan limbah padat maupun cair yang dapat diolah sebagai pupuk organik baik padat maupun cair. Biogas merupakan salah satu bentuk energi terbaharukan yang ramah linkungan karena dapat mengurangi emisi gas rumah kaca ke udara. Pengembangan biogas juga dapat  mempunyai nilai konservasi, terutama jika dikembangkan di sekitar hutan lindung atau kawasan konservasi dimana masyarakat masih membutuhkan kayu sebagai sumber energi

Saat ini masih banyak potensi biogas yang belum dikelola dengan baik, masih banyak sentra-sentra peternakan yang belum diintegrasikan dengan produksi energi yang murah dan ramah lingkungan ini. Hal ini dikarenakan akses masyarakat terhadap informasi pengembangan biogas masih terbatas. Pengembangan biogas membutuhkan penguatan kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan  masyarakat terutama petani-peternak.

 

Tujuan

  • Optimalisasi potensi limbah peternakan untuk mendukung produksi energi mandiri dan ramah lingkungan
  • Mengurangi dampak negatif usaha peternakan terutama emisi gas rumah kaca
  • Mengurangi pengeluaran rumah tangga petani-peternak dari aspek belanja energi
  • Meningkatkan kualitas lingkungan hidup pada sentra-sentra peternakan
  • Mengoptimalkan potensi pertanian dengan integrasi peternakan-energi terbarukan- pertanian.

 

Capaian

  • Mampu Mengembangkan kapasitas sumberdaya manusia untuk pengembangan energi biogas
  • Menguasai ketrampilan teknologi tepat guna berupa pengembangan instalasi biogas
  • Mampu Memberikan bukti nyata manfaat pengembangan biogas kepada peserta pelatihan melalui kunjungan lapangan

 

Ruang Lingkup dan Sasaran

Pelatihan ini memberikan ilmu dan teknologi baru pada sektor agro yang memanfaatkan sistem integrasi dari sub sektor agro untuk menciptakan mekanisme budidaya sektor agro terpadu dalam upaya memenuhi energi serta kebutuhan pangan di skala rumah tangga. Sasaran dari pelatihan ini meliputi:

  • Petani-peternak yang mempunyai potensi peternakan (terutama ruminansia)
  • Perangkat desa
  • Aktivis lingkungan
  • Staff OPD terkait dengan peternakan, pertanian, energi dan lingkungan hidup

Training Fee

Rp. 2.500.000
  • TypePelatihan Publik
  • StatusOpen
  • Registration Duedate4 November 2019
  • Payment Duedate4 November 2019
  • Min Quota7
  • Max Quota20

When

  • Date: 11 – 12 November 2019
  • Time: 09.00 - 17.00 WIB

Where

  • Location: DI Yogyakarta
  • Venue: Tba
  • Map:

Organizer

Trainer

  • To be affirmative

Contact Person


SIGN IN

Forgot Password

323 queries, 0.777 seconds.