• Jalan Palapa 2 No. 4, Pasar Minggu, Jakarta
  • (+62) 21 22783128

Detail


Media dan Jurnalisme Desa: Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Desa

Training Descriptions

Pendahuluan

Berlakunya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta regulasi turunannya mengamanatkan desa mampu mengelola diri secara mandiri, partisipatif, transparan, dan akuntabel. Desa dianggap mampu mengatur dan melaksanakan dinamika kehidupannya berdasarkan kemampuan sumber daya yang dimiliki. Maka desa menjadi punya harapan baru untuk mandiri dengan menggerakkan potensi-potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya sosial. Partisipasi masyarakat semakin mendapat ruang untuk pro-aktif dalam pembangunan desa.

Pemerataan dan keadilan dalam memperoleh informasi di Indonesia merupakan masalah dalam bidang komunikasi dan informasi sebagai akibat ketimpangan aksesibilitas antara masyarakat yang miskin informasi dengan masyarakat yang kaya informasi. Minimnya akses masyarakat pada informasi disebabkan disparitas ekonomi dan sosial. Saat ini, Pemerintah Desa harus memberikan ruang publik seluas-luasnya bagi warga desa agar dapat mengakses informasi mengenai tata kelola pemerintahan desa dari sumber dan media yang tepat.

Perubahan dalam tata pemerintahan desa dapat memberikan peluang yang sangat besar bagi peningkatan partisipasi masyarakat sebagai warga negara dalam proses pembangunan desa. Kini secara perlahan pola komunikasi dan interaksi antar warga mengalami perubahan. Kesadaran warga mulai tumbuh terutama pada pemenuhan akses informasi. Warga desa yang selama ini menjadi warga kelas ke-sekian dalam pemanfaatan media massa, dengan kata lain menjadi obyek atau pasar dari media massa, kini dapat berubah menjadi subjek yang menggerakkan media massa berskala komunitas. Keberadaan media komunitas di desa dapat menjadi alat untuk menggalang partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh proses pembangunan desa.

Tantangan besar saat ini adalah pengembangan media desa. Dalam konteks ini, media desa dapat memerankan sebagai media komunitas, yang dapat diwujudkan dalam bentuk koran atau buletin desa, radio komunitas, web blog yang dapat menjadi alat untuk mengubah pola pikir masyarakat desa terhadap keadaan di sekitarnya termasuk turut mengawasi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pemerintahan desa. Selama ini pemberitaan tentang desa menggunakan sudut pandang perkotaan yang cenderung bias. Melalui keberadaan media desa diharapkan dapat mengganti jenis informasi baru yang dikreasi dengan sudut pandang perdesaan dan menjadi produk pengetahuan desa. Hal lain yang dapat didorongkan dengan keberadaan media desa dapat menjadi sarana pendidikan politik, dimana warga desa memahami harkat dan kedudukannya.

Di sisi lain, jurnalisme desa bukan merupakan kelatahan dalam penyebutan, melainkan memperjelas perspektif dan menempatkan desa dalam kerja jurnalistik. Dari jurnalisme desa yang didirong secara masif akan menghasilkan cerita mengenai potensi dan kebijaksanaan lokal yang terdokumentasi dalam bahasa yang sederhana untuk menguatkan pembangunan desa.

 

Tujuan Pelatihan

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar peserta mampu:

  1. Memahami fungsi media desa sebagai sarana berbagi informasi dengan perspektif lokal.
  2. Memahami kerja jurnalistik sebagai sarana untuk mengumpulkan dan menghimpun produk pengetahuan desa.
  3. Terampil menulis, merencanakan, dan menyebarluaskan informasi berperspektif desa dalam media yang dipilih.

 

Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah pegiat media komunitas yang memiliki minat dan kritis pada pembangunan desa, operator SID, dan komunitas yang tertarik dengan pengembangan jurnalisme warga media desa. Jumlah peserta 5 - 15 orang.

 

Hasil yang Diharapkan

Dari pelatihan ini diharapkan peserta dapat menggunakan prinsip dasar jurnalisme dalam pengumpulan informasi dan pengelolaan media desa, serta peserta mampu mendokumentasikan potensi lokal menjadi sumber pengetahuan desa yang lestari.

 

Metode Pelatihan

Pelatihan akan diselenggarakan selama 3 hari. Metodologi yang digunakan dalam menghantarkan materi pelatihan adalah paduan dari model paparan, diskusi kelompok/pleno, studi kasus tematik, presentasi klarifikasi-konklusi, dan simulasi.

Pelatihan akan dipandu oleh Fasilitator yang dalam menjalankan fungsinya akan memaksimalkan prinsip belajar orang dewasa, di mana semua orang dan pihak yang terlibat adalah teman belajar yang efektif bagi yang lain.

Training Fee

Rp. 3.500.000
  • TypePelatihan Publik
  • StatusOpen
  • Registration Duedate30 September 2019
  • Payment Duedate30 September 2019
  • Min Quota10
  • Max Quota20

When

  • Date: 7 – 9 October 2019
  • Time: 09.00 - 17.00 WIB

Where

  • Location: DI Yogyakarta
  • Venue: TBA
  • Map:

Organizer

Trainer

  • To be affirmative

Contact Person


SIGN IN

Forgot Password

263 queries, 0.762 seconds.