Penyusunan Laporan Keuangan Standar ISAK-35 dan Perpajakan bagi Mitra TFCA Sumatera Bagian Utara

Selain metode yang digunakan adalah pemaparan materi, studi kasus dan diskusi interaktif, pantun dan jejaka yang sering dilontarkan oleh Bang Bakar disetiap proses dalam kelas, membuat pelatihan ini layaknya seperti pelatihan luring (offline).

Diberlakukannya Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Nomor 35 (ISAK 35) menggantikan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45 sebagai acuan bagi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Indonesia dalam menyelenggarakan pelaporan keuangan menimbulkan cukup banyak pertanyaan tekhnis. Apa yang membedakan format pelaporan keuangan PSAK 45 dengan ISAK 35 ? dan bagaimana cara penghitungan pajak pegawai dan lembaga dengan penyesuaian ISAK 35 ? Adanya beberapa perubahan standar pelaporan keuangan, yang juga berimplikasi pada perubahan mekanisme perpajakan, bagi OMS melatarbelakangi Fasilitator Wilayah TFCA Sumatera bagian Utara menganggap perlu untuk meningkatan kapasitas mitranya atas perubahan-perubahan tersebut.

 

 

Melalui Leuser Conservation Partnership (LCP), Fasilitator Wilayah TFCA Sumatera bagian Utara mempercayakan Learn! untuk menghelat Pelatihan Pelaporan Keuangan dan Pajak Untuk Lembaga Nirlaba selama 3 (tiga) hari pada tanggal 15 – 17 Maret 2021 secara daring (online). Pelatihan ini diikuti oleh 12 peserta dari 6 (enam) lembaga Mitra TFCA Sumatara bagian Utara, yakni  Leuser Conservation Partnership (LCP), Yayasan Orangutan Sumatera Lestari, Lembaga Suar Galang Keadillan, Yayasan PETAI, Yayasan Forum Konservasi Leuser dan CRU Aceh.

Bagi Learn!, ini merupakan kelas inhouse training pertama di tahun 2021. Dengan narasumber tetap Mas Hadi Prayitno dan Bang Bakar, Host andalan Kelas Daring Learn!, training ini diselenggarakan dalam 3 (tiga) sesi:

  • Sesi I tanggal 15 Maret 2021 membahas tentang Pengantar Perpajakan Bagi Organisasi Non Laba,
  • Sesi II tanggal 16 Maret 2021 membahas tentang Perhitungan Pajak PPH 21, dan
  • Sesi III tanggal 17 Maret 2021 membahas tentang Standar Laporan Keuangan Bagi Organisasi Berorientasi Non Laba sesuai ISAK 35.

Metode yang digunakan pada setiap sesi adalah presentasi (paparan), studi kasus (lembar tugas) dan diskusi interaktif.

Selama 3 hari ( Sesi ) pelatihan ini, peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap prosesnya. Hadirnya Bang Bakar sebagai Host sekaligus fasilitator dalam proses pelatihan ini semakin memantik peserta untuk aktif dalam berproses. Pantun dan joke-joke yang sering dilontarkan oleh Bang Bakar disetiap proses membuat pelatihan ini layaknya seperti pelatihan luring (offline). Alhasil durasi waktu yang telah ditentukan 3 Jam ( 09.00 – 12.00 WIB ) persesi, selalu saja terasa kurang bagi peserta pelatihan. Hal tersebut memacu kami [tim Learn!] untuk meningkatkan layanan kami dalam mendukung upaya keberlanjutan hidup Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Indonesia melalui penguatan dan peningkatan kapasitas internal organisasi.

 

 

 

Sila Dibagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Error validating access token: Session has expired on Monday, 24-May-21 21:58:42 PDT. The current time is Tuesday, 20-Jul-21 06:11:34 PDT.